Teknologi pada industri Minyak dan Gas Bumi

One of the most advance technologies in the world adalah teknologi perminyakan, meskipun masih berada di bawah teknologi yang digunakan Nasa dan military system. tujuan utama penciptaan teknologi perminyakan adalah efisiensi, peningkatan hasil produksi, keamanan dan yang pasti adalah biaya.

Tahapan proses explorasi dan produksi minyak dan gas bumi sangat panjang dan rumit, mulai dari pencarian titik reservoir (pencitraan dan seismic) drilling (pengeboran) membangun surface facilities (platform) hingga pengilangan (refinery) untuk kemudian didistribusikan menggunakan pipa pipa raksasa ataupun kapal transport extra large (Tanker). dari sekian panjang proses tersebut sudah tentu melibatkan banyak SDM dan teknologi didalamnya. Untuk teknologi pengeboran jauh lebih rumit dan melibakan banyak perhitungan matematika yang hingga saat ini saya ngga pernah ngerti ngerti …:), sedangkan yang akan kita bahas disini adalah teknologi yang digunakan pada surface facilities, teknologi untuk surface facilities ada yang digunakan untuk melindungi, mencegah dan juga untuk efisiensi serta meningkatkan produksi dengan resiko yang minimal.

Kita akan fokus membahas tentang teknologi yang berfungsi untuk pencegahan, peningkatan produksi dan keamanan surface facilities pada eksplorasi gas alam. Banyak insiden maupun kecelakaan yang terjadi di area eksplorasi gas alam hanya karena hal kecil dan mungkin tidak terduga. terbakarnya anjungan gas alam lepas pantai (platform) kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa akibat kelalaian sistem pengontrolon terhadap surface facilities.

Tidak mudah memang mengendalikan sebuah fasilitas pengolahan gas alam cair yang sangat flamable dan bertekanan sangat tinggi, sedikit kesalahan saja dapat berakibat fatal, disinilah fungsi utama teknologi yang akan kita bahas ini.

Pada dasarnya setelah sebuah sumur terkoneksi dengan surface facilities itu berarti telah siap untuk dialiri oleh hydrocarbon(oil, condensate, etc.) ada beberapa tahapan sebelum sumur siap di produksi (start-up) namun tidak akan saya bahas di sini karena akan terlalu panjang.
Kita asumsikan bahwa sumur telah berproduksi secara normal, semua surface equipment setelah melalui proses pemeriksaan awal, QC, dan commissioning telah diperiksa berada pada keaadaan baik. Sumur gas pada saat produksi tidak hanya mengeluarkan condensate, water, namun juga pasir dan partikel lainnya, nah pasir dan partikel lainnya adalah hasil sampingan dari sumur gas yang sangat merugikan namun tak terelakkan. bisa dibayangkan jika pasir dengan ukuran beberapa micron saja namun dalam jumlah yang terus menerus selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, material pipa sekuat apa pun entah itu carbon steel ataupun extra strong pipe tidak akan mampu menahan kikisan pasir yang dibantu dengan tekanan dan kecepatan fluida. hasilnya adalah kebocoran pipa bahkan bisa menimbulkan kebakaran dan tentu saja terhentinya proses produksi yang berarti jutaan dolar akan hilang.

Para scientist telah lama memikirkan cara untuk mereduksi kerusakan akibat pasir dan partikel lain, sebenarnya ada beberapa teknik pencegahan atau tepatnya mereduksi produksi pasir dari sumur gas, diantaranya adalah sebagai berikut:

Sand Screen

adalah sebuah alat yang diletakkan tepat di depan reservoir pada dinding alat tersebut yang berbentuk tubing ada lubang lubang kecil yang menyerupai ulir sebuah skrup, hydrocarbon akan mengalir melalui lubang lubang kecil tersebut, kendalanya adalah jika terjadi deposit/penumpukan pasir dilubang lubang tersebut maka sumur itu tidak akan lagi
berproduksi karena hydrocarbon terhambat oleh deposit. solusinya ialah membersihkan
sumbatan sumbatan tersebut atau biasa disebut dengan sand bailing. kekurangan dari alat ini terdapat pada biaya installasi yang mahal dan belum termasuk biaya perawatan (sand bailing)

Sand Trap

Berbentuk seperti vessel/tanki yang didalamnya memiliki screen beberapa lapis yang masing masing lapisan memiliki lubang lubang kecil yang berukuran beberapa mikron, setiap screen memiliki lubang yang berbeda dan semakin ke luar lubangnya semakin kecil, ini berfungsi untuk menyaring pasir hingga hasil akhir dari vessel ini adalah pure hydrocarbon. alat ini diletakkan di surface, pipe manifold, namun harga perunit untuk 1 sand trap cukup mahal dan itu belum termasuk biaya perawatan, serta maintenance yang harus rutin di cek.

Sand Detector

Ini merupakan salah satu alat yang menggunakan teknologi ultrasonic sensor. berbudget lebih rendah namun efektif. prinsip kerjanya adalah menangkap sinyal suara yang ada di dinding pipa, pada saat hydrocarbon melewati elbow atau belokan pipa maka ada impact dengan dinding pipa sehingga menghasilkan suara, sand detector diletakkan di sini untuk menangkap suara yang ditimbulkan dari impact tersebut.

Sekian dulu tulisan saya dan saya akan membahas lebih detail tentang Sand Detector pada tulisan tulisan saya berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s